Jumat, 06 Agustus 2010

Dendam dan Benci

Hati manusia berubah-ubah,sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda,bahkan mungkin lebih sayang kepada kita.Oleh karena itu,jangan mendendam atau benci berkepanjangan (Aa'Gym)

Jika atasan atau orang tua kita marah,kerap ada yang merasa terluka.Selalu teringat kemarahan itu ketika makan,mau tidur,atau ketika bangun tidur.Lalu,tumbuhlah benih dendam atau benci di hati ini.Namun,tidak beberapa lama dalam hitungan jam atau hari,orang yang dibenci ternyata berubah sikap,meminta maaf dan berbicara lembut.

Jika kita ingin tahu mengapa orang marah dan menunjukkan amarahnya itu,ketahuilah hakikat marah tersebut.Amarah termasuk karunia Allah yang berasal dari pergulatan emosi.Namun,karena sifatnya yang merusakkan dan menyakitkan,amarah menjadi kendaraan setan untuk membuat manusia lupa diri.Namun,Allah maha membolak-balikkan hati manusia.Amarah dapat padam karena iman.Amarah dapat hilang karena dibasuh wudhu.Amarah pun bisa lenyap karena kesadaran diri kembali dengan istighfar.

Oleh karena itu,tidak perlu berlebihan menyikapi amarah seseorang selain mendo'akannya agar bersabar dan memohon agar Allah membalikkan hatinya menjadi lembut.

Renungan : Rosulullah SAW tak pernah mendendam terhadap orang-orang yang membencinya setengah mati.Beliau memaafkan mereka tanpa berkurang kasih sayangnya.

Menurut HR.Hakim ada tiga hal yang membuat seseorang dinaungi,dirahmati dan dimasukkan surga oleh Allah,diantaranya :
1.Jika dberi rezeki,ia bersyukur
2.Jika mampu membalas,ia bisa memberi maaf
3.Jika marah,ia bisa menahannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar